Sharing Session Penyusunan Standar Mutu Yang Mampu Laksana Dalam Rangka Perkuatan Pengawasan Mutu Obat Covid-19 Pasca Pemberian Emergency Use Authorization (EUA)
3 November 2021 11:52
Berita Aktual

Saat ini, Badan POM telah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) yang merupakan persetujuan penggunaan obat selama kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat untuk beberapa jenis obat yang digunakan untuk terapi COVID-19. Obat-obat COVID-19 yang mendapatkan EUA merupakan obat baru, sehingga belum terdapat standar mutunya di dalam kompendial nasional maupun internasional & belum sepenuhnya mampu diuji oleh laboratorium di Balai Besar/Balai POM karena berbagai kendala (baku pembanding, metode uji, kompetensi penguji, dll). Oleh karena itu, perlu dilakukan diskusi & pembahasan bersama unit teknis di Badan POM untuk mendapatkan masukan terkait pengujian dan sampling dalam rangka pengawasan post market pasca pemberian EUA.

Acara “Sharing Session Penyusunan Standar Mutu Yang Mampu Laksana Dalam Rangka Perkuatan Pengawasan Mutu Obat Covid-19 Pasca Pemberian Emergency Use Authorization (EUA)” ini diselenggarakan oleh Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif secara luring di Aula BBPOM di Palembang & secara daring via zoom meeting. Acara dibuka dengan pengarahan dari Ibu Dra. Mayagustina Andarini, M.Sc., Apt. selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BBPOM di Palembang, Bapak Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm yang menyatakan bahwa BBPOM di Palembang siap untuk memberikan masukan terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengawasan obat COVID-19, baik terkait sampling maupun pengujian.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini antara lain Ibu Dr. Dra. L. Rizka Andalucia, M.Pharm. selaku Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif yang membahas tentang Konsultasi Publik Standar Mutu Obat COVID-19 Pasca Pemberian Emergency Use Authorization (EUA) dalam Rancangan PerBPOM tentang Metode Analisis, Standar dan/atau Persyaratan Obat dan Bahan Obat dalam Rangka Pengawasan Obat dan Bahan Obat di Indonesia, Bapak Faris Hadi Prasetyo, S.Farm., Apt. dari Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif yang menyampaikan materi tentang Peran Badan POM dalam Pengawasan Mutu Obat COVID-19 Pasca Pemberian Emergency Use Authorization (EUA): “Program Sampling Obat Covid-19 dalam Rangka Pengawasan Post Market” serta Ibu Rozana dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) yang menjelaskan tentang Validasi Metode Analisis dalam Rangka Pemastian Mutu Obat COVID-19.

Peserta sharing session yang diundang untuk hadir secara luring di BBPOM di Palembang terdiri dari Balai Besar/Balai POM di Region 2, yaitu BBPOM di Pekanbaru, BBPOM di Palembang, Balai POM di Pangkal Pinang, dan Balai POM di Jambi, serta BBPOM di Makassar selaku koordinator pilot project regionalisasi untuk Region 5. Sedangkan untuk peserta dari UPT pusat dan daerah yang lain mengikuti acara ini secara daring via zoom meeting. Setelah sesi pemaparan materi dan diskusi, acara dilanjutkan dengan visitasi ke Laboratorium BBPOM di Palembang untuk meninjau secara langsung dan berdiskusi tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengujian obat-obat COVID-19. Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersedianya standar mutu obat COVID-19 yang dapat digunakan dalam pengawasan sehingga masyarakat dapat menggunakan obat COVID-19 yang terjamin mutunya.

Balai Besar POM di Palembang